20080829
....
berlian terlinang dengan anggun,,
berdiam begitu hening,,
raga terdampar nian lirih..
derap hujan mengguyur bumi,,
bohlam tak mampu sinari diri,,
nafas tersengal pelan,,
langkah mengalun tersendat..
penguat hati ntah kemana,,
menjauh tak peduli,,
pujangga pun beranjak pergi,,
hanya doa bunda mengiringi..
20080827
ntah kapan,,
kenangan terindah dapat terbayang..
bayangnya tak lagi menyakitkan..
sakit ini terobati dgn rindu tak terbeban..
beban hati telah diperingan..
ringan melangkah menghapus sendu..
sendu yang tersenyum anggun..
20080818
Goresan Merah
Kisah ini dimulai,,
Ketika kumenorehkan tinta merah di lembar putihnya..
Mengapa merah??
Merah tak melambangkan apa,,
Hanya ingin tersorot..
Tak mudah terhapus..
tak ingin dilupakan..
Mengapa merah??
Merah yang selalu diingatkannya padaku,,
Biodata diri tertembus hingga dasar,,
Kemudian melekat..
Tertancap..
Tak sangka,,
Sungguh tak sangka..
Hanya merah itu,,
Merah yang terus dibilangnya padaku..
Merah yang terus diyakinkannya padaku..
Merah yang terus disadarkannya padaku..
Hanya merah itu,,
Merah yang bisa kuatkan hatinya menatapku..
Merah yang bisa dekatkannya padaku..
Merah yang bisa buatnya luluhkanku..
Kini,,
Ku terjerembam dalam merah itu..
Ku tak bisa musnahkan merah itu dalam angan dan otakku..
Siapa yang salah??
Salahku kah telah mencipta merah itu??
Salahku kah hingga dia berikrar dan merasa tersakiti??
Salahku kah ku juga merasa yang sama??
Goresan merah bersejarah ntah dimana sekarang’’
Telah lenyap??
Terbakar??
Atau masih disimpannya??
Aku tak tau,,
Hanya dia yang tau..
Terserah dia mau diapa goresan merahku..
Tetap harap kecilku memohon,,
Biarlah goresan merahku terkenang nyata..
20080814
kubiarkankah??
q biarkankah semua ini berlalu begitu saja??
q biarkankah terlewati dengan tangis menggenang??
q biarkankah rasa ini menghilang tanpa makna??
q biarkankah terganjal dan tersangkut entah dimana??
q biarkankah diriq tak bertindak sedikitpun??
hanya menurut pada apa yg ada??
rasanya ingin berontak,,
merampas kembali yang telah tergenggam oleh kesalahpahaman,,
tak begitu jelas terlihat,,
sungguh samar memang,,
tak taukah ia??
tak merasa seperti q kah ia??
tak maukah ia menyusun kembali reruntuhan itu??
oh Tuhan,,
ya Allah,,
ampuni hamba..
sadar dan sabarkanlah hamba..
amin..!
20080810
rapuh auraku
detik ini …
saat ujung jemariku berjingkat riang,,
lipatan-lipatan otakku tak mau hentikan parasit di sela labirinnya,,
neuron-neuronku berjalan mundur, kembali ke dencingan menit yang terlalu lampau,,
lamunanku tak tergapai, lamunan yang hanya sekedar lamunan, lamunan menjerumuskan,,
terhentak rumah siputku dihampiri bisikan makhluk Tuhanku,,
dan … mataku terdepak,,
terdepak, hingga terbenam di palung laut terdalam, tanpa balutan cahaya,,
keempat irisan jantungku teremas … retak,,
sesalku tak laku terlelang di pegadaian, tak juga di bawah ketiaknya,,
segelintir rambut kelopakku terus menurun, terbebani ribuan kilauan permata yang terlalu alami,,
aku tak mampu membuatnya kembali tegak, tegar, kembali merekah dihujani liburan musim panas,,
aku tak berdaya tatapi sang surya, hanya terpejam oleh redupan setengah purnama,,
aku tak bisa guyurkan hujan di telanjang tubuhku,,
aku hanya mau menetap di peraduanku,,
terlarangkah itu bagiku ??
meski aku tau akan sirna yang melekat pada kulitku,,
meski aku tau akan terberai gelombang halusku,,
meski aku tau akan tersingkir dari realita yang ada,,
sampai aku benar-benar menapaki lingkaran setan di sekelilingku,,
rapuh auraku.
siratan nurani
Lambatnya bukan tak menggugah dunia
Sopannya tak hentikan dentingan masa
Perhatiannya mampu runtuhkan semesta
Sikapnya mengalun indah tak ternoda
Hadirnya,,
biaskan suatu yang mungkin telah lama terpendam
Senyumnya,,
luruhkan degupan yang menggelagat
Hilangnya,,
rindukan buncahan jiwa tak tertahankan
Tatapnya,,
bubarkan pola nurani yang terancang sempurna
Labirin-labirin yang telah ada semakin merumitkan segala
Seluruh toksik serasa lenyap tergantikan nyiur oksigen melambai
Maple bergugurnan sesuai alunan sepoinya angin
Mengapa itu terjadi??
Tak ada yang tahu..
Begitu terselubung di dalam cerminan bola mata
Bersinar..
Indah..
Tak ada yang tahu..
Begitu mendalam tak terjangkau sang surya
Gelap..
Dingin..
Tak ada yang tahu..
Begitu menyiratkan palung hati
Hangat..
Rapuh..
adakah kembali??
isak tangis mengucur ke hulu..
awan hitam pun menyapa..
kilatan petir enggan terlihat
tapi mendengung searah,,
gelegarnya membuncah jadi satu..
akumulasi emosi terhimpit,,
menjerit..
tumpukan egoisme menelan lugunya nurani..
goresan abu-abu romantika terlanjur menghiasi kanvas dunia..
semuanya saling menegarkan meski rapuh terkoyak di dalam hati..
luapan semangat maluber sia-sia,,
tak kunjung bangkitkan aura melati..
laju beriringan di labirin transparan seolah tak kenal,,
pengabdian terhambat rona melirih..
begitu naif..
sungguh disesalkan..
adakah kembali dengan kejujuran tanpa terburai sedikitpun??